e-mail: hawepos_online@yahoo.com
 
Foto Ilustrasi
 
 
  Thursday, 17-Jul-2003
edisi lalu
 

Menggugat Makna Wisuda
Seremonial triwulanan di Undip ini mengundang tanda tanya besar. Perlu atau tidak?

Tanggal 30 April 2003. Suasana kampus Pleburan penuh sesak. Mobil berjejer memenuhi sebagian badan jalan Imam Bardjo. Semua mahasiswa tahu, wisuda ke-90 tahun 2003 tengah berlangsung di Auditorium Undip Pleburan.

Memang, sejak tahun 1999, penyelenggaraan wisuda diperbanyak menjadi empat kali setahun. Waktunya pada Bulan Januari, April, Juli dan Oktober. Mahasiswa yang telah lulus dari suatu program pendidikan diploma, sarjana, Spesialis, Magister dan doktor serta telah menyelesaikan kewajiban administrasi, wajib mengikuti wisuda pada periode kelulusannya.
Istilah "wajib" itu, agaknya memang memaksa. Dan bagi mahasiswa Undip, hal itulah yang memberatkan.
Masalahnya, setiap lulusan juga diwajibkan membayar biaya upacara wisuda yang besarnya lebih dari Rp. 300 Ribu.

Mufti Ali wisudawan Fakultas Sastra, misalnya, dengan tegas menganggap upacara wisuda tak perlu lagi. Menurutnya, upacara wisuda selain membuang waktu, juga membuang-buang uang. "Saya kira wisuda itu hanya buang-buang biaya. Kalau sudah lulus yang lebih penting itu ijasah sama transkripnya," ucap Mukti. "Lebih baik uangnya digunakan untuk melamar pekerjaan saja," tambahnya.
Hampir senada dengan Mufti, Errie Kristianto Surya, alumni Undip yang ditemui hawe Pos di sela-sela acara wisuda mengatakan bahwa wisuda itu sia-sia. "Saya wisuda bulan Januari 2003. Namun begitu keluar dari sini jaminan kerja belum ada", ucapnya dengan nada agak kecewa. Hingga sekarang, ia mengaku masih mencari pekerjaan.

Sementara itu Lely Qumarulaelli, mahasiswa Sejarah 1997, mengatakan wisuda yang digelar dua kali kurang efektifnya. Meski demikian, ia menganggap wisuda tetap perlu. "Seharusnya wisuda cukup satu kali saja, yaitu wisuda universitas. Jadi, sebaiknya wisuda fakultas dihapus saja," usulnya.
Senada dengan mahasiswa Undip, Orang tua wisudawan, Sugiono, bersepakat bila wisuda dihapuskan. "Sebagai orang tua mahasiswa, terus terang saya merasa keberatan. Untuk menerima ijasah saja harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit yaitu lebih dari 300 ribu rupiah. Meski saya merasa bangga putera saya lulus dari Undip", ungkapnya jujur.
Sekedar upacara

Agaknya, tak semua mahasiswa tahu berapa besar biaya untuk menggelar acara wisuda. Dari mulai menyiapkan perlengkapan, hingga menyiapkan makan bagi ribuan wisudawan. Belum lagi biaya dari pihak keluarga wisudawan. Bisa dibayangkan berapa rupiah uang yang mesti keluar percuma.
Masalahnya, wisuda di Undip berlangsung dua kali. Dan, ini yang dianggap mumbazir.

Guru Besar FS Undip, Prof Dr Nurdien HK MA, berpendapat bahwa wisuda itu mestinya tidak wajib, terutama karena biayanya tinggi. "Sebaiknya kampus mengurangi kegiatan upacara. Kalau ada biaya lebih baik digunakan untuk peningkatan SDM, penambahan fasilitas universitas yang masih sangat kurang, misalnya perpustakaan, tempat-tempat praktik, laboratorium baik lab. eksakta, sosial maupun bahasa", ucapnya.
Lebih lanjut Nurdien menambahkan bahwa Universitas dibangun bukan untuk membuang uang dengan mubazir tapi untuk belajar dan meneliti. "Kegiatan wisuda seharusnya tidak berlebihan dan tidak membebani mahasiswa. Karena masih banyak hal yang harus dilakukan setelah lulus, misalnya mencari pekerjaan", imbuhnya.

Berbeda dengan Nurdien, Dekan FS Undip, Prof Dr Th Sri Rahayu Prihatmi MA menganggap bagaimanapun wisuda tetap diperlukan. Namun soal wisuda yang sekali di tingkat Universitas, Prihatmi bersepaham dengan Nurdien. Prihatmi menambahkan, selain lebih efisien, juga tak banyak uang yang dikeluarkan.
"Kami sendiri juga lelah," kata Prihatmi jujur. "Tidak usah habiskan waktu sedemikian banyaknya. Jamannya Pak Muladi dulu hanya yang terbaik yang mengikuti wisuda. Dan di UGM pun hanya yang terbaik atau cumlaude yang mengikuti wuisuda. Jadi perwakilan penerima secara simbolik", tambahnya panjang lebar.
(Karno)

 


Back Home

 
 
Komentar, kritik, saran, atau masukan dari anda tentang tulisan di atas dapat anda samapaikan dan tuliskan langsung di sini dan hasilnya juga langsung dapat anda lihat!

[ Tulis Komentar] [ Lihat Komentar]