e-mail: hawepos_online@yahoo.com
 
Foto Ilustrasi
 
 
  Thursday, 17-Jul-2003
edisi lalu
 

Ada Parcel di Undian Lokasi KKN

Bila anda mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan mendapatkan lokasi yang jauh, tak usah binggung. Dengan berbekal alasan dan sedikit buah tangan, anda bisa menentukan lokasi KKN. Ingin dekat pacar atau lokasi yang enak, silahkan pilih. Tak percaya? Pengakuan Rina (bukan nama sebenarnya) bisa dijadikan rujukan.
Awalnya Rina mahasiswi Fisip 1999, sudah memiliki keinginan KKN di Rowosari Kendal. Alasannya sederhana, pacarnya telah memperoleh undian di lokasi yang sama.
Maka Rina yang mengikuti program KKN pada Januari lalu, menitipkan slip pembayarannya pada salah seorang dosen Fisip. Menurutnya, dosen itu mempunyai koneksi dengan pihak LPM( Lembaga Pengabdian Masyarakat). Sudah bisa ditebak, dosen itupun bisa mem-boking tempat yang diinginkan Rina.
"Sebenarnya penitipan seperti ini tidak dibolehkankan namun kenyataannya saya bisa menegonya dengan alasan tadi," cerita Rina.
Sebagai bentuk ucapan terima kasih, Rina memberikan parcel yang berisi makanan ringan.
Ketua LPM, Drs. Soewarso MM, menyangkal semua pengakuan Rina. Menurutnya praktek pindah lokasi KKN atau tukar tempat dikalangan mahasiswa sendiri tidak diperbolehkan. Alasannya tindakan itu bisa mengacaukan data atau daftar yang telah disusun pihak LPM.
Meski begitu, menurutnya, tidak menutup kemungkinan tukar atau pindah tempat bisa dikabulkan pihak LPM. Asalkan ada alasan yang kuat. Soewarso mencontohkan ada peserta KKN yang sakit atau dalam masa perawatan dan meminta mendapat tempat yang dekat dengan tempat perawatannya. Itupun harus ada surat dokternya. " Tapi kita tidak bisa begitu saja mengabulkan permintaan itu," jelasnya.
Ketika ditanya sehubungan dengan penyelewengan terhadap lokasi KKN, dia berjanji akan mengusut tuntas.
Sementara itu Kepala Bagian Keuangan Tata Usaha LPM Mahmud Yudhi, SH, yang bertugas menangani administrasi KKN, berang. Dia mengelak tuduhan adanya praktek kongkalikong di pengundian lokasi KKN.
Menurutnya upaya memilih lokasi secara sepihak tak mungkin terjadi. "Kalaupun ada mungkin karena hubungan famili dengan mengandaikan mahasiswa Pleburan yang punya saudara seorang dosen di Tembalang, karena jauh. Jadi wajar saja jika dititipkan", paparnya.
Jadi, sementara pihak LPM menyangkal, Rina via telepon tertawa membanggakan keberhasilannya.* (fir-lin-iq)--->tulisan ini telah dimuat di Hawe Pos edisi cetak VIii/5 -19 Mei 2003<---

Back Home

 
 
Komentar, kritik, saran, atau masukan dari anda tentang tulisan di atas dapat anda samapaikan dan tuliskan langsung di sini dan hasilnya juga langsung dapat anda lihat!

[ Tulis Komentar] [ Lihat Komentar]