e-mail: hawepos_online@yahoo.com
 
Foto Ilustrasi
 
 
  Thursday, 17-Jul-2003
edisi lalu
 

Mudahnya Masuk D III Undip

Siapa bilang masuk perguruan tinggi negeri itu sulit. Hanya dengan mengikuti program kursus bahasa setahun di Multi Language Center (MLC)-Service English Unit (SEU), program D3 di Undip bisa mudah diperoleh. Tak percaya, simak pengakuan Remy (nama samaran) siswa MLC Program Inggris 2001. "Saat saya hampir lulus dari MLC, saya diberitahu Tata Usahanya bahwa saya dan yang lain mendapatkan kemudahan meneruskan di D III Inggris," katanya.
Remy yang kini mahasiswa di program D III Inggris 2002, menambahkan kemudahan itu tak hanya bisa diperoleh di Fakultas Sastra saja. Menurut Remy ada juga teman sekelas di MLC-SEU yang bisa melanjutkan dengan mudah di program D III Public Relation Fisip Undip. "Teman saya di MLC juga ada yang masuk di Ekstensi Sastra Inggris," katanya menyakinkan. "Namun prioritas itu diberikan pada siswa MLC yang ber-IP 3. Tapi rata-rata dapat IP 3," imbuhnya.
Kepala SEU, Prof. Dr. Hj. Istiati Soetomo membantah adanya kemudahan yang diberikan MLC bagi siswanya untuk meneruskan ke D III Undip. Menurutnya, SEU ataupun MLC tidak mempunyai hubungan khusus dengan program D3. Karena memang pada dasarnya MLC yang dibawahi oleh SEU merupakan organisasi independen dibawah PR 1 dan mendapat bantuan dana langsung dari Universitas. Kalaupun ada hubungan hanya sebatas hubungan kerja sama antar staf pengajarnya.
Namun Istiati Soetomo mengaku pernah ada rekomendasi khusus bagi siswa MLC-SEU untuk masuk di D III Sastra. "Tapi itu terjadi beberapa tahun silam," ungkapnya.
Pengakuan Istiati diamini Ketua Program D III Bahasa Inggris, Dra. Deli Nirmala, M.Hum. Menurut Deli yang juga salah seorang pengajar MLC, para alumni MLC dulu memang diberi kesempatan untuk masuk D III Bahasa Inggris secara mudah. Meski begitu mereka juga harus melalui sistem yang sama seperti para peserta tes lain. "Ya dulu pernah ada yang seperti itu (kerjasama antara MLC dan D III Inggris-red), tapi itu dulu," ucap Deli Nirmala.
Namun kini para alumni MLC tidak lagi diberikan kemudahan seperti dulu. Di tahun ajaran 2002/2003 alumni MLC yang mengikuti tes D III Sastra posisinya sama dengan peserta tes yang lainnya. Mereka dituntut memenuhi passing grade yang telah ditetapkan pihak panitia. "Sekarang semua keputusan akhirnya tetap diserahkan pada tim panitia Penerimaan Mahasiswa Program D III Sastra," ujarnya menyakinkan.
Anehnya, pengakuan Remy yang telah berkuliah dua semester di DIII Bahasa Inggris Sastra, terbukti sebaliknya. Menurutnya test seleksi yang dilakukannya lebih sebagai formalitas belaka. Alasannya, saat akan lulus dari MLC, Prof. Istiati pernah mengungkapkan ada semacam garansi untuk masuk di D III Sastra dan di D III Public Relation Fisip Undip. "Itu diungkapkan di depan kelas," jelasnya. Artinya menurut pengakuan Remy, dulu dan sekarang pun sama saja.
Agaknya masih banyak celah masuk D III Undip, terkhusus di Sastra dan Fisip.*(pongo/sapien/bus) --->tulisan ini telah dimuat di Hawe Pos edisi cetak VI/25 Maret-5 April 2003<---

 


Back Home

 
 
Komentar, kritik, saran, atau masukan dari anda tentang tulisan di atas dapat anda samapaikan dan tuliskan langsung di sini dan hasilnya juga langsung dapat anda lihat!

[ Tulis Komentar] [ Lihat Komentar]