e-mail: hawepos_online@yahoo.com
 
Foto Ilustrasi
 
 
  Thursday, 17-Jul-2003
edisi lalu
 


Ada Diskriminasi di Kelas Reguler

Menjadi mahasiswa reguler di Undip ternyata tak seenak yang dibayangkan. Buktinya ada di Fakultas Sastra Undip. Meski telah memiliki fasilitas perkuliahan yang relatif lengkap, mahasiswa reguler tetap saja tak bisa menikmatinya.
Pengakuan Bramantyo mahasiswa program reguler dari Jurusan Sejarah 1998, bisa dijadikan contoh. Dalam skala prioritas, menurutnya, pihak Fakultas cenderung menerapkan standar ganda. Di satu sisi, Fakultas memberikan apresiasi yang begitu tinggi pada program reguler. Namun, di sisi yang lain Fakultas tak memberikan fasilitas yang memadai.
Pengakuan Bram seperti diamini Herwin. Mahasiswa Sastra Inggris 2001 itu, bahkan dengan lantang mempersoalkan fasilitas pendingin udara yang dimiliki Fakultas Sastra. Menurut Herwin, dalam soal air conditioner (AC), pihak Fakultas bersikap diskriminatif. "Buktinya kelas Ekstensi selalu mendapat pelayanan khusus. Ketika akan dimulai perkuliahan fasilitasnya selalu on," ucapnya memberi bukti.
Agaknya diskriminatif pada kelas Reguler tak cukup soal AC. Pemindahan jam mata kuliah secara mendadak sering pula dialami kelas Reguler.
Satu contoh seperti yang dialami mahasiswa Sastra Indonesia 2002 yang mengambil mata kuliah Fonologi. Dosen pengampu mata kuliahnya, Drs. Ari Setyadi, secara mendadak menggantinya dari hari Senin ke Rabu. Alasannya, ada mata kuliah Teknik Penulisan Ilmiah Kelas D program DIII Inggris, pada hari dan jam yang sama. Mustofa Ketua BEM Fakultas Sastra, seperti mengelus dada melihat kondisi itu.
Namun Pembantu Dekan II Drs. Sunarwoto MEd, menganggap semua pelayanan itu sudah cukup adil. Meski begitu pihaknya juga menyayangkan sikap petugas piket TU yang kadang datang terlambat melayani kelas reguler.
Berkaitan dengan AC, Kepala Bagian Perlengkapan Tata Usaha Sastra, Wiranto, menampik bila tak pernah menyala. Menurutnya, TU sudah menyalakan AC pada siang hari. "AC pada waktu perkuliahan kelas Reguler sudah dinyalakan. Akan tetapi pada waktu siang hari, angin banyak yang masuk dari luar. Sehingga AC-nya tidak terasa di dalam ruangan," ucapnya membela diri.
Jadi, bila di siang hari banyak mahasiswa berkeringat sejagung-jagung, ya, pasti mahasiswa Reguler.*(Iqo/Musyafa)
--->tulisan ini telah dimuat di Hawe Pos edisi cetak VIii/5 -19 Mei 2003<---


Back Home

 
 
Komentar, kritik, saran, atau masukan dari anda tentang tulisan di atas dapat anda samapaikan dan tuliskan langsung di sini dan hasilnya juga langsung dapat anda lihat!

[ Tulis Komentar] [ Lihat Komentar]